The Aloon-Aloon: Ikon Baru Kota Magelang yang Menggerakkan Ekonomi Lokal

Table of Contents



Kota Magelang sedang menapaki babak baru dalam perjalanan identitas dan ekonomi pariwisatanya. Di atas aset milik pemerintah kota, sebuah bangunan megah bernama The Aloon-Aloon menanjak sebagai ikon baru yang menggabungkan hiburan, perbelanjaan, dan akomodasi dalam satu paket besar. Proyek ini tidak sekadar menambah gedung bertingkat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, wadah promosi UMKM, serta destinasi yang dinantikan banyak kalangan—penduduk, pelaku usaha, pelancong, hingga pengunjung Natal dan Tahun Baru.

The Aloon-Aloon adalah mal bertingkat 15 lantai yang dibangun di atas aset Pemkot Magelang. Gedung ini dirancang sebagai ikon kota yang membumikan keseimbangan antara kemajuan arsitektur dan kearifan budaya setempat. Struktur gedung yang multifungsi mencerminkan visi kota Magelang untuk menggabungkan kenyamanan modern dengan peluang ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.

Gedung ini dirancang dengan pembagian lantai yang jelas dan fungsional:

  • Lantai 1–4: Mal, kuliner, dan pusat hiburan
    Ruang-ruang ini menjadi pusat aktivitas bagi keluarga, pengunjung, dan komunitas lokal yang mencari pengalaman belanja, santai, maupun hiburan. Semua fasilitas dirancang untuk kenyamanan pengunjung dengan akses yang mudah menuju target kebutuhan harian maupun hiburan ringan.

  • Lantai 5–12: Hotel bintang empat
    Segmen ini menambah dimensi akomodasi bagi wisatawan maupun pebisnis yang berkunjung ke Magelang. Kehadiran hotel bintang empat di bagian atas memberikan udara segar, pemandangan kota, serta kenyamanan layanan yang profesional untuk mengoptimalkan kunjungan ke Magelang.

Soft launching The Aloon-Aloon dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, serta pejabat Forkopimda, manajemen proyek, dan tokoh mas ayarakat. Momentum ini menandai komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan dengan ritme yang terukur sambil tetap menjaga kualitas dan manfaat bagi warga kota.

Target penyelesaian proyek juga menjadi bagian penting dari narasi ini: pembangunan ditargetkan selesai 100% sebelum Juli 2026. Dengan demikian, The Aloon-Aloon diharapkan menjadi fasilitas lengkap yang siap beroperasi penuh dalam waktu dekat, tanpa mengorbankan standar kualitas dan keamanan.

Sampai saat ini, sekitar 30 tenant telah menempati area komersial—sekitar 70% dari total kapasitas yang direncanakan. Di antara nama-nama baru yang menjadi bintang di lantai-mal adalah Bioskop XXI dan Imperial Kitchen, yang menambah variasi pilihan bagi pengunjung. Kehadiran tenant-tenant baru ini bukan sekadar menambah tenan, melainkan menata ekosistem belanja, kuliner, dan hiburan yang saling melengkapi.

Untuk kenyamanan pengunjung, The Aloon-Aloon menyediakan kapasitas parkir awal hingga 150 mobil. Seiring waktu, fasilitas parkir akan ditingkatkan melalui penerapan teknologi car lift yang bertujuan meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kapasitas tanpa mengurangi pengalaman pengunjung.

Keberadaan The Aloon-Aloon dipersepsi sebagai katalis positif bagi ekonomi lokal. Perkiraan dampak ekonomi yang lebih luas antara lain peningkatan kunjungan wisatawan dan peluang kerja bagi komunitas setempat. Dampaknya sangat signifikan menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ketika kota Magelang akan lebih hidup dengan aktivitas belanja, kuliner, dan acara budaya yang menarik bagi warga maupun tamu dari luar kota.

Sebuah Festival Kuliner Nusantara digelar hingga 21 Desember 2025. Festival ini melibatkan produk UMKM lokal dengan konsep pemasaran modern. Inisiatif ini tidak hanya menampilkan ragam kuliner unggulan, tetapi juga menjadi platform promosi bagi produk-produk lokal ke pasar yang lebih luas. Festival semacam ini berperan sebagai jembatan antara kuliner tradisional dan tren konsumen modern, memperkuat identitas Magelang sebagai kota yang berbudaya namun juga berorientasi masa depan.

Secara strategis, The Aloon-Aloon dirancang sebagai sarana promosi produk UMKM Kota Magelang. Dengan adanya ruang komersial yang terintegrasi, bangunan ini memberi peluang bagi UMKM untuk menampilkan kreasi lokal secara lebih luas, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses pasar. Dinamika antara mal modern dan produk lokal menciptakan sinergi positif yang diharapkan mendorong inovasi, kualitas produk, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

The Aloon-Aloon tidak sekadar sebuah gedung bertingkat. Ia adalah cerita tentang kemajuan yang inklusif, sebuah lanskap ekonomi yang menggabungkan pariwisata, kuliner, hiburan, dan akomodasi dalam satu paket yang mudah diakses. Dengan komitmen penyelesaian tepat waktu, dukungan aktivitas budaya seperti Festival Kuliner Nusantara, serta peran penting bagi UMKM, The Aloon-Aloon berpotensi menjadi ikon yang menginspirasi generasi mendatang. Kota Magelang menyajikan contoh bagaimana pembangunan infrastruktur bisa menjadi cerita hidup bagi kota itu sendiri—menjadi destinasi yang tumbuh bersama penduduk, UMKM, dan para pelancong.

Posting Komentar