Menyusuri Keindahan Desa Borobudur lewat Borobudur Marathon 2025
Borobudur Marathon 2025 kembali hadir di Magelang, Jawa Tengah, dengan rute baru yang menonjolkan pesona alam desa-desa setempat. Ajang lari bergengsi ini akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas karena lintasan lomba melintasi tiga kecamatan: Borobudur, Mungkid, dan Mertoyudan. Start kategori maraton direncanakan pada pukul 04.30 WIB, sementara area parkir di Kampung Seni Borobudur Kujon perlu sudah steril sebelum pukul 04.00. Bagi pelari yang tidak bisa mencapai area start tepat waktu, panitia menyiapkan opsi parkir di Masjid Agung Jawa Tengah atau kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, dengan shuttle menuju venue.
Ruas jalan yang akan ditutup mencakup sejumlah titik penting, seperti pertigaan Cabean dekat Candi Mendut, persimpangan Srowol, serta bundaran di Salaman yang mengarah ke Candi Borobudur. Bagi pelintas jalur dari arah Yogyakarta menuju Purworejo atau sebaliknya, alternatif lain berupa persimpangan Artos menuju Pakelan merupakan alternatif yang tersedia guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Borobudur Marathon 2025 mempertandingkan tiga kategori: 10 kilometer, setengah maraton (21,097 kilometer), dan maraton penuh (42,195 kilometer). Tahun ini, panitia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 11.500, meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya yang sekitar 10.500 pelari. Perubahan rute dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah peserta sambil tetap menjaga keindahan pemandangan yang ditawarkan.
Race Director Borobudur Marathon, Andreas Kansil, menegaskan bahwa meski rute mengalami pembaruan, jalur tetap membawa pelari melintasi jalan-jalan desa dengan kesempatan menikmati pemandangan indah, terutama saat golden hour. Pada edisi sebelumnya, lomba ini telah meraih predikat Label dari World Athletics, organisasi induk atletik dunia. Di tahun berikutnya, Borobudur Marathon naik ke Elite Label, menuntut standar penyelenggaraan yang lebih tinggi, termasuk kehadiran atlet elite internasional.
Untuk edisi 2025, panitia akan menghadirkan enam atlet elite putra dan enam atlet elite putri yang berasal dari berbagai negara, seperti Kenya, Etiopia, Maroko, Mongolia, dan Selandia Baru. Atlet-atlet tersebut telah memenuhi persyaratan World Athletics, termasuk catatan waktu maraton dalam dua tahun terakhir.
Borobudur Marathon tidak sekadar ajang perlombaan. Ini juga menjadi wadah bagi komunitas desa untuk memperlihatkan potensi alam, budaya, serta keramahan warga. Dengan rute yang menampilkan keindahan desa-desa sekitar Borobudur, acara ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal, meningkatkan semangat sportifitas, dan menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional.


Posting Komentar