Cerita Desa Sumberarum dan Mimpi Besar Wisata Halal

Table of Contents

 


Pernahkah kamu membayangkan sebuah desa kecil yang hanya berjarak 6 kilometer dari Candi Borobudur bisa menjadi pionir wisata halal dan pusat pemberdayaan UMKM? Cerita ini bukan sekadar mimpi, tapi sedang diwujudkan oleh sekelompok dosen dan mahasiswa yang percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal sederhana—seperti air panas alami.

Mengubah Potensi Jadi Prestasi

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, tapi juga tempat lahirnya aksi nyata. Dwi Susanti, salah satu dosen Ilkom UNIMMA, berhasil meraih hibah bergengsi dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Hibah ini bukan sekadar dana, tapi kepercayaan untuk membawa perubahan melalui program "Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM" di Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang.

Mengapa Sumberarum?

Desa ini bukan desa biasa. Selain kaya budaya dan tradisi, Sumberarum punya "harta karun" berupa sumber air panas alami yang ditemukan sejak 2021. Kini, ada enam pemandian yang dikelola masyarakat secara swadaya. Salah satunya, Umbul Banyuroso, dipilih sebagai titik awal pengembangan wisata halal karena pengelolaannya yang aktif, partisipatif, dan berorientasi pada masyarakat.

Wisata Halal: Bukan Sekadar Label, Tapi Standar Layanan

Konsep wisata halal yang diusung bukan hanya soal memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, tapi juga tentang menciptakan layanan yang bersih, aman, nyaman, dan ramah keluarga. Dengan pendekatan ini, Desa Sumberarum bisa menjangkau pasar wisata yang lebih luas danp memperkuat citra Magelang sebagai destinasi inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Program ini tidak berjalan sendiri. Dwi Susanti menggandeng tim lintas bidang dan lintas kampus:

  • Lintang Muliawanti (Ilmu Komunikasi)
  • Dr. Zulfikar Bagus Pambuko (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA)
  • Nur Kholidah (Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan)

Tak hanya itu, empat mahasiswa juga dilibatkan langsung dalam kegiatan ini, yang akan dikonversi ke dalam 8 SKS. Artinya, mereka tidak hanya belajar di kelas, tapi juga belajar dari masyarakat dan untuk masyarakat.

Dari Pepaya ke Produk Unggulan

Salah satu langkah konkret dari program ini adalah mendampingi BUMDes "Maju Bersama" untuk mengolah pepaya california menjadi produk khas desa. Ini bukan hanya soal makanan, tapi soal peningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM lokal.

Mimpi Tiga Tahun: Desa Wisata Halal Berkelanjutan

Program ini dirancang untuk berjalan selama tiga tahun. Harapannya, di tahun ketiga, Desa Sumberarum bisa berdiri tegak sebagai desa wisata halal yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Sebuah model yang bisa direplikasi di banyak tempat lain di Indonesia.

Penutup: Dari Desa untuk Dunia

Cerita ini bukan hanya tentang satu desa atau satu dosen. Ini adalah tentang bagaimana ilmu, kolaborasi, dan semangat gotong royong bisa mengubah wajah sebuah wilayah. Dari air panas yang mengalir di bumi Sumberarum, mengalir pula harapan dan inspirasi bagi banyak desa lain di Indonesia.

Kalau kamu punya desa dengan potensi serupa, mungkin ini saatnya untuk bertanya: "Apa yang bisa kita mulai hari ini?"

Posting Komentar