Kirab Merti Desa Ngadiharjo
Desa Ngadiharjo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang menggelar Saparan atau Merti Desa sebagai wujud syukur atas rejeki yang diberikan Tuhan. Merti desa merupakan kegiatan tahunan yang telah diadakan sejak lama. Acara ini diadakan sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah mereka peroleh sekaligus doa dan harapan agar di masa mendatang, mereka memperoleh hal yang lebih baik dalam segala sisi kehidupan.
Pada tahun ini Merti desa Ngadiharjo mejadi satu rangkaian dengan peringatan HUT Ke-79 RI sehingga acara digabungkan dengan perayaan HUT RI Ke - 79. Kegiatan ini di awali hari Kamis, dengan selamatan dan ziarah ke makam cikal bakal desa, di Kramat. Kemudian dengan rangkaian acara merti desa ini akan berakhir pada hari Minggu. Selian kegiatan budaya, juga digelar aksi sosial dengan sunatan massal untuk belasan anak anak. Selain itu pihak desa juga menyediakan ribuan paket sembako untuk dibagikan ke lansia dan warga lain yang kurang beruntung.
Merti Desa Ngadiharjo kali ini juga menampilkan sejumlah ogoh ogoh berupa kerbau/ banteng dan ular naga sepanjang lima belas meter yang melambangkan ketekunan, kekutan masyarakat Ngadiharjo yang berprofesi sebagai petani. Kirab budaya ini diikuti oleh 12 dusun, 6 kesenian, 22 kelompok kontingen dan sekitar 2.987 peserta. Selain itu ada juga Kelompok kesenian kuno khas Ngadiharjo yakni Topeng Kawedar dari dusun Bleder.
Kirab mengelilngi desa ini dimulai dari, Balkondes Ngadiharjo - Sidengen - Kamertan - Karang - Genjahan - Karangtengah, dan kembali lagi ke Balkondes Ngadiharjo. Dihalaman Balkondes setiap peserta diberikan kesempatan untuk tampil menunjukan aksi terbaiknya. Sedangkan pada malamnya akan ada pagelaran wayang kulit.
Diantara peserta kirab juga terdapat gunungan aneka produk UMKM berupa makanan lokal seperti keripik berbahan singkong. Dengan menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Pada hari Minggu, 25 Agustus, acara Saparan ini akan ditutup dengan sunatan massal, kemudian di malam harinya dilanjutkan pengajian akbar.

Posting Komentar