Musim Kemarau di Magelang: BMKG Prediksi Cuaca Dingin dan Tips Beradaptasi

Table of Contents
sumber: https://www.bmkg.go.id

Wilayah Jawa Tengah sebagian besar telah memasuki musim kemarau sejak Maret 2024, termasuk di wilayah Magelang.Diperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2024. Magelang saat ini dirasakan semakin dingin, hal ini karena pada bulan Juli - September merupakan puncak dari musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan melanda sebagian wilayah Indonesia hingga Agustus mendatang. Musim kemarau di wilayah Indonesia saat ini diwarnai hembusan angin atau monsun dari gurun australia yang mana wilayah tersebut tengah berada di musim dingin. Angin dingin dari australia itu memicu perbedaan suhu ditandai terasa panas terik pada siang hari dan dingin di malam hingga pagi hari. Tetapi fenomena ini terjadi tidak seragam, tergantung elevasi dan jarak wilayah dengan Australia. Apalagi kalau berada di bukit atau pegunungan, seperti di wilayah magelang yang dikelilingi oleh gunung dan bukit, dinginnya akan lebih terasa karena perbedaan elevasi dengan permukaan air laut. 

Perubahan cuaca yang extreme ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh dan pikiran kita. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan ketika cuaca tidak bersahabat yaitu Sakit Kepala dan Nyeri Sendi, dehidrasi, perubahan mood dan penurunan daya imun. Seyogyanya dengan cuaca yang extrim ini masyarakat agar dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi saat ini, yakni dengan menyesuaikan pakaian saat cuaca panas terik disiang hari dan suhu turun dingin di malam hari. Selain itu masyarakat juga diharapkan memantau perkembangan cuaca di media sosial BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca saat beraktifitas. 

Posting Komentar